LEARNING METHODE

 Faktor penyebab kurangnya penguasaan English vocabulary di kalangan dosen dan mahasiswa sebagai sumber daya manusia di bidang pengajaran bahasa Inggris


    Sebagai Negara yang berbahasa nonInggris, Indonesia memiliki tantangan tersendiri dalam mempelajari bahasa Inggris. Salah satunya, keterbatasan waktu dan tempat untuk menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi selain di ruang kelas. Akibatnya, tujuan pembelajaran bahasa Inggris secara umum yaitu untuk dapat menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi baik secara aktif maupun pasif belum bisa tercapai dengan efektif. Hal ini juga terjadi di lingkungan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Sintuwu Maroso Poso. Para mahasiswa yang notabene adalah calon dan bahkan guru bahasa Inggris mengalami kesulitan dalam menggunakan bahasa Inggris dalam kegiatan pembelajaran bahasa Inggris sehari-hari. Sebagai suatu refleksi, tidak jarang tenaga dosen bahasa Inggris juga menggunakan bahasa Indonesia jauh lebih sering daripada menggunakan bahasa Inggris yang adalah target pembelajaran itu sendiri. Penulis mencermati bahwa fenomena ini terjadi karena kurangnya pengetahuan mahasiswa akan kosakata bahasa Inggris yang dapat digunakan di dalam percakapan (Harmer, 2001).  

Kurangnya kosakata bahasa Inggris ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu :

  1. Kurangnya minat baca mahasiswa, 
  2. Kurangnya bahan pustaka berbahasa Inggris yang dapat menunjang minat baca mahasiswa, 
  3. Dihilangkannya mata kuliah Vocabulary dari kurikulum program studi, 
  4. Tidak adanya wadah kreativitas mahasiswa untuk menyalurkan kebutuhan mereka berbahasa Inggris di luar jam pelajaran. 

Teknik penguasaan English vocabulary dalam pembelajaran bahasa Inggris 

    Syarat utama mempelajari kosakata baru adalah dengan mencari daftar kosakata yang akan dipelajari dari bahan-bahan literatur Inggris, termasuk film dan artikelartikel. Syarat ini haruslah diutamakan oleh seorang tenaga pengajar ketika ingin mengajarkan kosakata baru kepada para peserta didiknya. Membaca adalah salah satu faktor penentu dalam upaya memperkaya pengetahuan kita dan dengan demikian memperkaya perbendaharaan kosakata bahasa Inggris yang kita perlukan untuk dapat menggunakan bahasa Inggris baik secara aktif maupun secara pasif (Cohen, 2003). Ketika seorang mahasiswa calon guru bahasa Inggris tidak memiliki minat untuk memperkaya kosakata bahasa Inggris mereka, maka yang terjadi adalah ketidakmampuan untuk menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi. Dengan demikian, ketika mereka telah menjadi guru, mereka tidak akan dapat memotivasi anak-anak untuk belajar bahasa Inggris dengan lebih optimal. 

Ada beberapa teknik yang dapat diterapkan di dalam kelas-kelas berbahasa Inggris dengan tujuan untuk mengembangkan penguasaan kosakata para mahasiswa. 

Teknik pertama: membuat dan mempelajari daftar kosakata dengan membuat profil kosakata. 

  Teknik ini diperkenalkan oleh Laura Cohen dalam artikel berjudul Teaching Vocabulary for English Teacher Trainees dalam English Teaching Forum, 1996. Teknik ini diperuntukkan bagi calon guru bahasa Inggris dan sesuai diterapkan untuk berbagai tingkatan pembelajar seperti Beginner, Advanced dan Intermediate. Langkah-langkah dalam teknik ini adalah sebagai berikut: 

 Langkah satu: membuat daftar kosakata bahasa Inggris untuk setiap mahasiswa. Hal ini dapat dilakukan olehdosen dan mahasiswa, atau bersama-sama. Langkah pertama yang dilakukan adalah membuat daftar kosakata bahasa Inggris dengan jumlah yang sama dengan jumlah mahasiswa di kelas tertentu. Daftar kata-kata haruslah diambil dari berbagai bahan pustaka berbahasa Inggris dan buku-buku teks pembelajaran yang harus dibaca mahasiswa. Daftar kata-kata tersebut harus diberikan di dalam suatu wacana seperti dalam bentuk kalimat atau teks pendek. 

Kriteria kata yang akan dipelajari adalah (1) kegunaan praktisnya baik dalam konteks nonprofessional maupun dalam konteks professional, dan (2) seringnya kata itu digunakan baik dalam bahasa lisan maupun dalam bahasa tulisan. 

Langkah kedua: mempersiapkan panduan untuk membuat profil kosakata. Profil kosakata perlu dipersiapkan untuk mempelajari kegunaan kosakata tersebut.Beberapa item yang dapat digunakan untuk membuat profil kosakata adalah sebagai berikut: 

  • Definition; mencari dan menjelaskan makna dari kata yang dipelajari. 
  • Part of speech; menentukan klasifikasi kata dari kata tersebut, sehingga dapat diidentifikasi dengan mudah penggunaannya di dalam kalimat. Contoh; noun, verb, adjective, dan adverb. 
  • Pronunciation; cara menyebutkan kata yang dipelajari sesuai dengan lafalnya. 
  • Synonyms and/or antonyms; untuk lebih memperjelas makna dari kata tersebut. 
  • Scale of word, for example: more beautiful than, as beautiful as, less beautiful than; untuk dapat menentukan bagaimana kata tersebut dapat digunakan dalam perbandingan. 
  • Chunking; untuk dapat menempatkan kata ke dalam frasa yang pendek tapi memiliki arti. 
  • Personal associations; untuk melihat makna asosiatif dari kata tersebut. 
  • A defining sentence; untuk menggunakan kata yang dipelajari ke dalam kalimat. 
  • Derivative (different forms of the word); mencoba mengubah bentuk kata tersebut. 
  • Connotation; mencari makna terdekat kata yang dipelajari sesuai dengan kultur budaya setempat, agar mahasiswa lebih mudah memahami makna dari kata tersebut, bagaimana menggunakan kata tersebut dalam percakapan, dan apa padanan kata tersebut dengan L1 mahasiswa. 

Langkah ketiga: mempersiapkan daftar kosakata yang telah dipelajari dalam bentuk proyek pribadi. Setelah mempelajari daftar kosakata, mahasiswa harus mempersiapkan satu proyek khusus dimana mereka harus menggunakan seluruh profil kosakata yang telah mereka pelajari. Bentuk proyek pribadi mereka bisa beragam; makalah, presentasi dengan menggunakan media audiovisual, pidato, atau pengajaran singkat. Tujuannya adalah untuk melihat sejauh mana mahasiswa dapat menggunakan kosakata yang telah dipelajari tersebut dalam bentuk komunikasi lisan dan tulisan, dan sejauh mana daftar kosakata tersebut membantu mahasiswa dalam mengekspresikan buah pikiran mereka dengan menggunakan bahasa Inggris. Ini juga dapat digunakan sebagai simulasi untuk mengajarkan kosakata kepada calon peserta didik mereka nantinya.

Langkah keempat: Menilai hasil kerja mahasiswa. Setiap beberapa minggu, mahasiswa dan guru harus bersama-sama melakukan tinjau ulang terhadap kosakata yang telah dipelajari sebelumnya. Ada beberapa cara untuk meninjau ulang kosakata yang telah dipelajari mahasiswa, yaitu: 

  • Sediakan satu lembar kerja mahasiswa berisi kalimat dimana ada beberapa kosakata yang hilang (cloze sentences), lalu tugaskan mahasiswa untuk mencari kosakata apa yang hilang dari daftar kosakata yang tersedia di lembar kerja tersebut. Ini adalah cara termudah untuk menilai pencapaian mahasiswa dalam mempelajari kosakata dan cocok diterapkan pada tingkat Beginner. 
  • Sediakan satu lembar kerja mahasiswa berisi teks pendek dengan bagian-bagian kosakata yang hilang. Dalam teks itu, bagianbagian profil kosakata yang harus diisi oleh mahasiswa sudah dipersiapkan, sebagai contoh, definisi. Mahasiswa harus melengkapi teks tersebut dengan profil kosakata yang sudah dipelajari sebelumnya (daftar kosakata yang hilang disiapkan oleh guru di lembar kerja tersebut). Kegiatan ini cocok diterapkan pada tingkat Intermediate. 
  • Arahkan mahasiswa untuk membuat suatu tulisan atau berkomunikasi dengan menggunakan kosakata yang sudah dipelajari sebelumnya, untuk melihat apakah mahasiswa sudah mampu menggunakan kosakata tersebut dalam mengkomunikasikan buah pikiran mereka. Tidak ada sistem penilaian disini, karena yang ditekankan adalah berbagi buah pikiran dan pendapat dalam bentuk lisan dan tulisan. Kegiatan ini cocok diterapkan pada tingkat Advanced.

Komentar