Singing method in english ability

 PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGUCAPAN BAHASA INGGRISM ELALUI METODE BERNYANYI PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN

Veronica Gunawan, Yuline, Halida

PG-PAUD FKIP Universitas Tanjungpura, Pontianak 

Email:harajukuveronicablackwhite@gmail.com




Taman Kanak-kanak (TK) salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia dini

jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan bagi anak

usia 4 sampai 6 tahun yang berfungsi mengembangkan semua aspek perkembangan

anak, meliputi perkembangan kognitif, bahasa, fisik (motorik kasar dan halus),

sosial dan emosional serta membina, menumbuhkan dan mengembangkan seluruh

potensi anak usia dini secara optimal sehingga terbentuk perilaku dan kemampuan

dasar sesuai dengan tahap perkembangan anak agar memiliki kesiapan untuk

memasuki pendidikan selanjutnya.

Pendidikan anak usia dini hanya mengacu kepada pendidikan anak setelah

lahir maka apabila ditelusuri lebih dalam lagi pendidikan anak telah meletakkan

dasar pendidikan bagi anak sebelum anak itu lahir dan tidak hanya sebatas

pendidikan anak usia dini yang hanya menekankan tentang pemberian pendidikan

terhadap anak yang sudah lahir saja. Pendidikan anak usia dini hendaknya dapat

mengembangan seluruh aspek perkembangan seluruh aspek perkembangan anak,

salah satunya kognitif. Kognitif adalah suatu proses berpikir yaitu kemampuan

individu untuk menghubungkan, menilai dan mempertimbangkan suatu kejadian

atau peristiwa. Pada dasarnya pengembangan motorik dimaksudkan agar anak

mampu melakukan eksplorasi terhadap dunia sekitar melalui panca inderanya,

sehingga dengan pengetahuan yang di dapatkannya tersebut anak akan dapat

melangsungkan hidupnya dan menjadi manusia utuh sesuai dengan kodratnya

sebagai makhluk Tuhan yang harus memberdayakan apa yang ada di dunia ini

untuk kepentingan dirinya dan orang lain.

Optimalisasi perkembangan anak memerlukan pengkondisian yang

kondusif. Untuk itu perlu memfasilitasi perkembangan anak dengan menciptakan

kondisi yang memungkinkan anak berkembang secara optimal. Dan sebagai guru

kita wajib menstimulasi munculnya kemampuan-kemampuan motorik tersebut

dalam pembelajaran di TK melalui permainan-permainan. Aktivitas bermain

berfungsi untuk meningkatkan kemampuan motorik anak. Keterlibatan motorik

dalam kegiatan bermain ini bergerak dari perlibatan kemampuan motorik secara

sederhana kepada kemampuan motorik yang lebih tinggi.

Salah satu kemampuan dasar yaitu kemampuan bahasa. Kemampuan

bahasa memegang peranan penting dalam perkembangan anak, namun

perkembangan yang lain juga tidak kalah pentingnya. Kemampuan mereka

menyerap dan mengingat pembicaraan orang disekitarnya sangat tinggi. Orang tua

dan guru yang sering berkomunikasi membacakan cerita, dan memberikan

kesempatan kepada anak untuk berbicara tentang pengalaman, pemikiran dan

perasaannya sangat besar manfaatnya dalam mempercepat penguasaan bahasa anak.

Pentingnya pemberian kesempatan berbahasa yang disertai penghargaan atau

penguatan kepada anak – anak usia 4 -5 tahun. Hal ini disebabkan anak mau belajar

berbahasa kalau merasa senang. Ketika anak tumbuh dan berkembang, terjadi

peningkatan baik dalam hal kualitas maupun kuantitas, produk bahasanya secara

bertahap kemampuan anak meningkat, bermula dari mengekspresikan suara saja,

hingga mengekspresikannya dengan komunikasi. Komunikasi anak yang bermula

dengan mennggunakan gerakan dan isyarat untuk menunjukkan keinginannya

secara bertahap berkembang menjadi komunkasi melalui ujaran yang tepat dan

jelas. (Depdiknas 2003) mengatakan bahwa: Sistem Pendidikan Taman Kanakkanak (TK) merupakan salah satu jenjang Pendidikan Anak Usia Dini, pendidikan

nasional menjelaskan bahwa Taman Kanak-kanak (TK) termasuk Pendidikan AnakUsia Dini yang memberikan pembinaan bagi anak dari sejak lahir sampai dengan

usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk

membantu pertumbuhan dan rohani agar anak memiliki kesiapan lebih lanjut

memasuki pendidikan selanjutnya. Usia dini merupakan masa keemasan (golden

age), oleh karena itu pendidikan pada masa ini merupakan pendidikan yang sangat

fundamental dan sangat menentukan perkembangan anak selanjutnya. Isu

globalisasi saat ini menuntut sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu

berkomunikasi dalam berbagai bahasa asing terutama bahasa Inggris sebagai bahasa

internasional. Keahlian berbahasa asing ini diperlukan untuk menguasai ilmu

pengetahuan, memiliki pergaulan luas dan karir yang baik. Hal ini membuat semua

orang dari berbagai kalangan termotivasi untuk mengusai bahasa Inggris.

Maka sebaiknya bahasa Inggris dikenalkan sejak usia dini khususnya pada

lembaga pendidikan anak usia dini. Hal ini berdasarkan asumsi bahwa anak lebih

cepat belajar bahasa asing dari pada orang dewasa Santrock (2007:313). Salah satu

komponen pembelajaran bahasa adalah pemahaman pengucapan bahasa Inggris.

Dalam pelaksanaan proses pembelajaran bahasa Inggris, peneliti sering mendapati

anak usia dini khususnya pada pendidikan di TK Kanaan Kabupaten Kubu Raya

sering mengalami kesulitan dalam pengucapan bahasa Inggris. Perbendaharaan

kosa kata bahasa Inggris mereka masih kurang serta pelafalan bahasa Inggris

(pronounciation) juga belum benar. Mereka menganggap bahwa bahasa Inggris itu

sulit karena pengucapanya yang terkesan asing dan jarang digunakan dalam

kehidupan sehari-hari. Anak juga terkesan bosan dan kurang termotivasi mengikuti

pembelajaran bahasa Inggris.

Penguasaan bahasa Inggris yang masih rendah pada anak usia dini tersebut

disebabkan karena latar belakang keluarga yang kurang mendukung pembelajaran

Bahasa Inggris, pendekatan pembelajaran yang kurang menarik, pemilihan bahan

ajar bahasa Inggris yang kurang tepat di sekolah, komunikasi yang kurang hangat

Antara guru dengan siswa, serta penggunaan media yang kurang variatif dalam

pembelajaran bahasa Inggris pada anak usia dini. Melihat kendala-kendala tersebut

dan fenomena yang ada dilapangan, maka penulis mencoba mencari berbagai

macam teknik dan strategi untuk membantu meningkatkan penguasaan pengucapan

bahasa Inggris di TK. Dengan melibatkan indra penglihatan dan indra pendengaran,

khususnya dengan pemanfaatan media yang tepat diharapkan pengetahuan tentang

pengucapan bahasa Inggris dapat lebih mudah diterima oleh anak dengan suasana

pembelajaran yang lebih menyenangkan sehingga anak-anak tidak merasa bosan

dan lebih termotivasi untuk mengikuti pembelajaran bahasa Inggris. Pengucapan

bahasa Inggris (Pronounciation) juga akan lebih baik karena anak mendengar

langsung dari media tersebut. Oleh karena itu dengan pemanfaatan media yang

tepat diharapkan akan dapat meningkatkan penguasaan bahasa Inggris pada anak

Taman Kanak-Kanak.

Komentar